Pemerintah Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, melaksanakan kegiatan Rembug Stunting Periode 3 Tahun Anggaran 2025 sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 24 Desember 2025, bertempat di Aula Desa Cintajaya, dan dihadiri oleh berbagai unsur terkait, antara lain Camat Lakbok, Kepala Desa Cintajaya dan Perangkatnya, UPTD P5A Lakbok, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, Kasi PMD, BPD desa, bidan desa, KPMD desa, dan kader kesehatan Desa Cintajaya.
Kegiatan rembug stunting ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi stunting di Desa Cintajaya, mengidentifikasi penyebab, serta merumuskan langkah-langkah strategis dan rekomendasi penanganan yang tepat sasaran.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Cintajaya, Warsito, menyampaikan bahwa “permasalahan stunting tidak semata-mata disebabkan oleh kurangnya asupan makanan bergizi atau faktor keturunan.” Menurutnya, pola asuh yang kurang tepat juga menjadi faktor dominan yang sangat memengaruhi tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, peran orang tua, khususnya dalam memberikan pengasuhan, edukasi gizi, serta kebiasaan hidup sehat, menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan stunting.
Sementara itu, Camat Lakbok Agus Taofik, S.Si., M.T. dalam arahannya menegaskan bahwa penanganan dan pencegahan stunting merupakan investasi jangka panjang untuk memperbaiki kualitas generasi masa depan. Ia berharap melalui rembug stunting ini dapat dihasilkan solusi yang konkret dan kolaboratif, khususnya dalam menangani empat anak yang saat ini masih teridentifikasi mengalami stunting di Desa Cintajaya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala UPTD P5A Lakbok Ketut Sukmono memaparkan kelompok-kelompok yang berpotensi tinggi mengalami atau melahirkan anak stunting, antara lain calon pengantin (catin), ibu hamil (bumil), serta remaja putri yang mengalami anemia atau berisiko Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kelompok-kelompok ini perlu mendapatkan perhatian khusus melalui edukasi, pendampingan, dan intervensi sejak dini.
Lebih lanjut disampaikan bahwa berdasarkan ketentuan
peraturan perundang-undangan, intervensi stunting terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
1. Intervensi Spesifik, yang berfokus langsung pada 1.000 Hari Pertama
Kehidupan (HPK), seperti pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI
eksklusif, PMT balita, imunisasi, serta pemantauan pertumbuhan anak.
2. Intervensi Sensitif, yang mendukung upaya pencegahan stunting melalui
perbaikan sanitasi dan air bersih, edukasi pola asuh, ketahanan pangan,
jaminan sosial, serta peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan.
Selanjutnya, Pendamping Desa H. Engkus Kusman, S.Pd. menyampaikan bahwa :
Tantangan ke depan dalam penanganan stunting adalah keterbatasan anggaran Dana Desa, khususnya pada tahun anggaran 2026. Oleh karena itu, diperlukan inovasi, kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan program dan bantuan dari pemerintah daerah maupun pusat agar upaya penurunan stunting tetap dapat berjalan secara optimal
Berdasarkan data yang dipaparkan, Desa Cintajaya menunjukkan tren penurunan angka stunting yang cukup signifikan, dari semula terdapat 7 anak stunting, kemudian menurun menjadi 6 anak, dan saat ini tersisa 4 anak stunting. Penurunan ini menjadi bukti bahwa upaya yang telah dilakukan mulai menunjukkan hasil positif, meskipun masih perlu ditingkatkan.
Mengacu
informasi yang didapatkan dari Ketua Posyandu setempat, hasil identifikasi
sementara menunjukkan bahwa keempat anak yang masih mengalami stunting memiliki
beberapa kemungkinan faktor penyebab, di antaranya:
1. Anak tidak menyukai makanan
olahan rumah, sehingga lebih memilih
jajanan. Dalam hal ini, orang tua diharapkan lebih kreatif dalam mengolah
makanan bergizi agar menarik bagi anak.
2. Kondisi sanitasi lingkungan
yang kurang baik, yang berpotensi memengaruhi
kesehatan dan penyerapan gizi anak.
Sebagai tindak lanjut, rembug stunting menghasilkan beberapa rekomendasi, antara lain:
1. Melakukan kunjungan rumah secara berkala kepada keluarga anak stunting dengan melibatkan ibu asuh.
2. Melakukan pengecekan kepesertaan BPJS Kesehatan.
3. Melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan, termasuk rujukan ke dokter anak dengan pendampingan bidan desa apabila ditemukan permasalahan kesehatan.
4. Melakukan verifikasi bantuan sosial yang diterima keluarga, guna memastikan dukungan sosial tepat sasaran.
Melalui kegiatan Rembug Stunting ini, Pemerintah Desa Cintajaya berharap seluruh pihak dapat bersinergi dalam menurunkan angka stunting secara berkelanjutan, demi terwujudnya generasi Desa Cintajaya yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
DOKUMENTASI FOTO